Iga Massardi Ceritakan Awal Mula Barasuara Bergabung dengan Darlin’ Records

Jakarta: Pada pekan ketiga bulan September lalu grup musik Barasuara merilis singel Guna Manusia sebagai perkenalan album kedua. Pelepasan album kedua ini sekaligus menandai Barasuara yang kini berada di bawah naungan Darlin’ Records. Sebelumnya, Barasuara merilis album perdana Taifun melalui label Juni Records.

“Sesederhana kami mau bikin albumnya. Tadinya mau rilis sendiri, terus di tengah kala Darlin’ ngajak ngobrol Barasuara. Presentasi visi misi ala MLM. Ngobrol segala macam dan visi. Memang waktu itu juga intinya isi perjanjian kerjasamanya bagus banget ya sudah kami mulai dari situ,” kata Iga di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Darlin’ Records adalah label yang berada di bawah naungan Ismaya Grup. Barasuara pun menjadi salah satu penampil dalam Ismaya 15, festival akbar perayaan ke-15 eksistensi Ismaya Group di Indonesia. Nantinya Barasuara berencana membawakan lagu baru mereka.

“Kalau dirilis mungkin kita masih perlu untuk mengerjakan beberapa progres jadi belum berani bilang iya,” paparnya.

Ismaya 15 digelar pada 9 November 2018 bertempat di Istora Senayan. Tanggal tersebut sama dengan hari ulang tahun musisi berusia 32 tahun tersebut.

Selain Barasuara, beberapa musisi tanah air penyangga aksi panggungnya yaitu Dipha Barus feat. A. Nayaka, Kallula, Matter Mos, Monica Karina, Nadin serta Ramengvrl. Ada juga Kunto Aji, w.W, Fun On A Weekend & Patricia Schuldtz feat. Bams & Adrian Khalid. Bintang luar negeri Khalid juga akan tampil.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Selamat Ulang Tahun Naif!

Jakarta: Hari ini, 22 Oktober 2018, Naif berulang tahun ke-23. Band yang dikenal mengusung konsep musik retro ini sempat berkicau di Twitter terkait ulang tahun mereka.

“Hari ini 23 tahun lalu, 22 Oktober 1995, adalah hari pertama kalinya David, Pepeng, Emil, Jarwo dan Chandra bermain bersama di panggung, yaitu di acara internal kampus mereka, IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Hari itu kemudian ditetapkan sebagai hari didirikannya NAIF,” kicau akun resmi Naif, @Naifband.

Lebih dari dua dekade tekun di dunia musik tentu bukan hal mudah. Naif melewati berbagai iklim industri musik di Indonesia. Banyak band dari generasi mereka yang perlahan tergerus zaman dan menghilang entah ke mana. Namun, tidak dengan Naif. 

Hari ini, Naif menjadi salah satu band terbesar di Indonesia. Mereka selalu sukses membuat setiap konser atau festival musik hidup. Naif berhasil merakit lagu-lagu yang tak bosan jika dinyanyikan berulang kali. Hal itu pula yang membuat menonton aksi panggung mereka berkali-kali tetap memikat. 

Untuk sampai ke titik itu, tentu perjuangan mereka tidak mudah. Pada tahun lalu David, sang vokalis, sempat membagikan kisah pada masa awal Naif berdiri. 

“Ada momen-momen yang terekam dengan baik, misalnya momen pertama kali manggung (ke luar Jakarta), momen pertama kali manggung di Yogyakarta. Waktu itu di acara undeground, yang main itu band hardcore, grindcore, tetapi Naif di situ pertama kali mainin lagu Piknik 72. Orang sudah pada joget saja, itu momen buat gue. Itu antara tahun 1995 atau 1996,” ujar David.

Baca juga: Masa Awal Naif: Disambit Penonton hingga Manggung di Acara Musik Underground

Satu hal yang patut diapresiasi dari Naif adalah bagaimana mereka mampu menjaga konsistensi selama puluhan tahun, dengan cara tetap merilis karya baru contohnya. Pada 2017, mereka merilis album ke-tujuh berjudul 7 Bidadari. 

Dengan segala kematangan dan pengalaman dalam bermusik, Naif tidak pretensius dalam membuat karya musik. Mereka justru mempertahankan penulisan lagu yang terdengar sederhana, dengan pemilihan kata yang mudah dicerna. Ajaibnya, itu semua tidak membuat musik Naif terdengar cheesy.

Hal menarik lain dari Naif adalah mereka sebuah band yang sarat unsur spontanitas, yaitu kerap tampil tanpa panduan daftar lagu.

“Karena kami manggung, enggak pernah pakai songlist. Pernah juga lupa lirik Mobil Balap,” ujar David dalam sebuah wawancara. 

Spontanitas di atas panggung itu kerap menimbulkan hal-hal tak terduga. Termasuk lupa lirik.

“David sering bawain verse dua di awal,” kata drummer Pepeng yang sadar vokalisnya sering salah lirik.
 
David lantas menanggapi komentar Pepeng dengan santai, “(…) Untungnya kami Naif, jadinya kalau salah enggak apa-apa.”

Fakta lain dari Naif adalah lagu-lagu yang mereka bawakan seperti “doa.” Beberapa dari lirik Naif jadi kenyataan di kehidupan personelnya. 

“Aku ingin muncul di TV, buat acara sendiri. Bukan gosipnya selebriti, harus yang lebih berisi,” itu adalah penggalan lirik lagu Televisi milik Naif.

Lagu itu dirilis pada 2007. Beberapa tahun kemudian, David sang vokalis benar-benar punya acara TV sendiri, yaitu sebuah kuis tebak lagu yang disiarkan di stasiun televisi swasta. Televisi bukan satu-satunya lagu yang jadi nyata di kehidupan David.

Baca juga: Lirik Lagu Naif Jadi Kenyataan di Kehidupan David

“Kadang kata itu doa. What you wish. Next kita bikin lagu yang lebih baik. Kebetulan banyak lagu yang dari pengalaman orang, kita hanya menerjemahkan. Tapi kalau dinyanyikan berulang-ulang itu jadi reality. Gue (pernah) ditilang polisi, STNK pernah hilang (sesuai lirik lagu Mobil Balap),” kata David sembari tertawa.

23 tahun dan seterusnya. semoga Naif tak pernah Berubah untuk selalu menemani kita lewat lagu. Selamat ulang tahun, Naif! Senang Bersamamu

(ASA)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Gugat Lagu yang Dipopulerkan Usher, Pria Ini Dapat Rp672 Miliar

Pennsylvania: Daniel Marino, seorang penulis lagu asal Philadelphia, menang dalam kasus gugatan hak cipta lagu Bad Girl yang dipopulerkan oleh penyanyi Usher. Kasus ini telah berjalan selama tujuh tahun dan akhirnya, secara hukum Daniel tercatat sebagai satu dari tiga pemilik hak cipta lagu tersebut.

Menurut laporan Rolling Stone, gugatan Daniel diajukan ke pengadilan bersama dengan sejumlah gugatan lain terkait lagu Bad Girl. Kasus-kasus ini dihentikan satu per satu, kecuali gugatan Daniel yang ditujukan kepada mantan rekan penulis William Guice dan Destro Music Productions.

Dalam gugatannya, Daniel menyebut bahwa pada 2001 dan 2002, dia menulis sebuah lagu berjudul Club Girl. Dia mengklaim membuat sebagian besar dari materi lagu ini, meliputi bagian gitar, tempo, dan progresi akord.

Dua tahun kemudian, lagu ini tiba-tiba berganti judul menjadi Bad Girl dan masuk dalam album Confessions dari Usher. Namun, nama Daniel Marino tidak diakui sebagai penulisnya.

Setelah berjuang tujuh tahun, Daniel akhirnya menang. Pada Oktober 2018 ini, Pengadilan Philadelphia memutuskan Daniel sebagai salah satu pemilik hak cipta lagu Bad Girl.

Selain pengakuan resmi, Daniel mendapat uang ganti rugi senilai USD44,35 juta atau sekitar Rp672,85 miliar (Rp15.171). Sebanyak USD27 juta berasal dari mantan rekan penulisnya William Guice dan sebanyak USD17,35 juta berasal dari Daestro Music.

(DEV)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

RAN dan Yura Yunita Melebur dalam Proyek RAYUAN

Jakarta: Grup musik RAN bersama Yura Yunita untuk kali pertama mengisi panggung musik LINE Concert. Dalam panggung yang kali ini diselenggarakan di Yogyakarta, Rayi, Asta, dan Nino membawakan proyek kolaborasi “Rayuan” bersama Yura Yunita.

“Awalnya dari kami berdua RAN dan Yura untuk  berkolaborasi di singel Melawan Dunia. Yura memiliki suara yang unik dan khas jadi cocok sekali di lagu Melawan Dunia. Beberapa kali kami konser bareng di konser Yura dan kami juga. Seru banget kita bersatu karena bisa merasakan energi yang asik sehingga penonton bisa lebih dekat dengan kita,” kata Nino dalam konferensi pers jelang konser di Jogja Expo Center, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Yura pun baru merilis karya album terbarunya. Pelantun Harus Bahagia itu turut melibatkan Tulus untuk proyek albumnya.

“Sekarang Yura baru saja merilis album terbaru sekitar tiga minggu yang lalu. Judul albumnya Merakit dan teman-teman yang sudah dengar ada lagu Intuisi, Harus Bahagia, Tak Kan Apa, dan juga saat album ini rilis ada singel pembuka judulnya Buka Hati dan musik video juga sudah rilis. Menulis lagu ini juga dengan Tulus. Sekarang lagi sibuk untuk promo album Merakit dan singel Buka Hati,” papar dara berusia 27 tahun itu.

LINE Concert kali ketiga ini diselenggarakan di Yogyakarta. Sebelumnya, konser ini digelar di Medan dan Surabaya. Selain Yura Yunita dan RAN, Tulus, Raisa dan Glenn Fredly kembali tampil dalam panggung LINE Concert.

LINE Concert diselenggarakan pada Sabtu, 20 Oktober 2018 di Jogja Expo Center. Aksi panggung para musisi dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kiss and Make Up, Kolaborasi Dua Lipa dan Blackpink

Jakarta: Dua Lipa dan Blackpink akhirnya merilis karya kolaborasi Kiss and Make Up. Perilisan ini sekaligus menjadi jawaban rumor yang beredar sejak Agustus lalu.

Dikutip dari Soompi, Kiss and Make Up adalah singel kolaborasi yang akan dimuat dalam album complete edition Dua Lipa. Lagu ini telah dirilis versi audio melalui YouTube pada 19 Oktober 2018 waktu setempat.

Kiss and Make Up menggunakan dua bahasa berbeda. Dua Lipa melantunkan lirik dengan bahasa Inggris, sementara Blackpink dengan bahasa Korea.

Rumor kolaborasi ini telah beredar sejak Agustus lalu. Dua Lipa dalam cuitannya di Twitter mengumumkan sebuah kolaborasi dengan emoji hati berwarna hitam dan merah muda, sebagai isyarat grup K-pop Blackpink.

Perilisan singel ini sekaligus dengan album super deluxe Dua Lipa yang berisi kumpulan hits dan tiga lagu baru.

Kolaborasi musisi lintas negara bukam kali ini saja. Sebelumnya, DJ sekaligus produser musik Steve Aoki merilis proyek kolaborasi bersama BTS dalam singel Mic Drop.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Authenticity Fest 2018 Fase Kedua: God Bless hingga Kelompok Penerbang Roket

Jakarta: Gelaran festival musik Aunthenticity Fest fase kedua tampil berbeda. Kali ini mereka hadir dalam bentuk kolaborasi para pelaku seni tidak hanya musisi melainkan para content creator, seniman dan musisi.

“Fase kedua saya akan membawa kreator muda yang kreatif dan memiliki passion sendiri (idealis) soal berkarya. Ada workshop, sharing session dan saya bawa teman-teman dari Kelompok Penerbang Roket, Endah N’ Rhesa, God Bless, Payung Teduh,” kata Anes Rembes, Event Director Aunthenticity Fest di Ecology Bistro, Jakarta, Kamis 18 Oktober 2018.

“Jadi tidak hanya satu panggung satu artis, tapi ada artis yang menginspirasi teman-teman di daerah. Itu penting banget. Makanya kita bikin suatu event untuk menginspirasi teman lokal,” lanjutnya.

Fase pertama telah diumumkan digelar di 8 kota di antaranya  Sukabumi, Padang, Serang, Tasikmalaya, Palopo, Kolaka, Yogyakarta dan Bengkulu. Fase kedua berada di 4 kota yakni Palembang, Lampung, Bandung dan Makassar.

Fase kedua akan dibuka di Palembang pada 28 Oktober 2018. Beberapa penampil yang tampil di antaranya Fourtwnty, God Bless, Ari Lasso, Gigi, Endah N Rhesa, Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind, Heals, dan Payung Teduh.

“Untuk talent sebenarnya memang setiap kota beda, ada Palembang lebih suka musik indie. Kalau ke Pare Pare mungkin orang enggak ada yang tahu, bisa ada bisa enggak. Kami menggabungkan beberapa genre musik yang bisa diterima semuanya.”

“Kenapa God Bless, Gigi dan Ari Lasso kami bawa? Bahwa pecinta musik kita tidak hanya musik mainstream saja tapi kami satukan (dengan musisi lokal daerah),” kata Anes.

Gigi dan Fourtwnty mengisi panggung Authenticity Fest di Palembang pada 28 Oktober 2018. “Beberapa music heroes di lokal, ada Kopral Jurnal, ada beberapa juga, itu yang sudah kita akurasi seperti yang diminta teman-teman komunitas dan radio,” kata Anes.

Pada 3 November, ada Ari Lasso bersama Kelompok Penerbang Roket. Nantinya, Kelompok Penerbang Roket juga akan singgah di Bandung.

Untuk panggung di Makassar ada God Bless dan Payung Teduh.

Beberapa komunitas yang turut memeriahkan panggung Authenticity Fest 2018 yakni sharing session bersama Abbot Photography dan Hut of Paint & RockKicks dari komunitas sneakers dan mural.

Panggung Authenticity Fest 2018 fase kedua dibuka pada 28 Oktober 2018 di PTC Mall Palembang mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB. Tiket gratis terbuka untuk pengunjung di atas 18 tahun.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Bocoran Album Terbaru Slank

Jakarta: Sejak album debut Suit Suit.. He He pada 1990, Slank selalu punya album baru yang dirilis satu sampai dua tahun sekali. Namun setelah album Palalopeyank pada awal 2017, jeda waktu menuju album ke-23 bakal lebih lama dari biasanya karena kesibukan para personel Slank.

Menurut vokalis Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, mereka memang sedang sulit mencari waktu luang selama setahun terakhir. Rencana rekaman pada Lebaran 2018 juga batal kendati sudah ada delapan materi lagu baru.

Kendati begitu, kata Kaka, mereka sedang sangat bersemangat untuk berkarya. Apalagi bertepatan dengan momentum perayaan 35 tahun Slank sejak dibentuk pada 1983. Bocorannya, album baru akan memuat lagu-lagu yang mereka sebut “eksperimental”.

“Kami sedang menyiapkan rekaman yang lagunya eksperimental. Tahun ke-35 ini, kami sedang solid-solidnya, sedang asyik-asyiknya,” kata Kaka kepada Medcom.id di kawasan Tebet, Selasa, 16 Oktober 2018.

“Kami belum bisa rekaman karena sedang tur. Ini saja sedang persiapan untuk (konser akbar) Desember. Bingung kapan (masuk studio rekaman),” imbuhnya.

Selain tur dan album baru, Slank juga sedang menyiapkan konser akbar dalam rangka perayaan 35 tahun. Rencananya, konser akan digelar di Gelora Bung Karno pada 23 Desember 2018, tiga hari sebelum hari ulang tahun.

Mereka belum bisa membocorkan lebih jauh konsep album baru selain jumlah lagu yang akan digarap. Namun menurut Bimo Setiawan alias Bimbim, album baru akan punya sentuhan berbeda.

“Art rock,” tukas Bimbim singkat.

(ELG)

Buka Konser Charlie Puth di Indonesia, Jaz Buat Aransemen Baru

Jakarta: Kehadiran perdana Charlie Puth di Indonesia membuat pihak label Warner Music di Indonesia ikut menghadirkan local heroes dari Indonesia. Dua musisi tersebut yaitu JAZ dan Svmmerdose.

JAZ akan tampil membawakan empat lagu dengan salah satunya akan diaransemen ulang dengan lagu Indonesia yang dirahasiakan.

“20 menit itu emang kita di awalnya waktu gue dikasih kesempatan, Jaz lu nyanyi ya di Charlie Puth karena gue cuma ada 20 menit. Dan kesulitan di sini sebenarnya di awal karena gue kan selama ini live tapi ini enggak live. Jadi ya minus one. Jadi harus bikin aransemen ulang lagi 20 menit itu,” kata JAZ di Menara Imperium Jakarta, Selasa 16 Oktober 2018.

Sementara itu, band Svmmerdose yang terdiri dari Rinrin, Iqbaal dan Agy akan tampil membawakan 8 lagu. Mereka melihat sosok Charlie Puth sosok yang musisi yang menginspirasi.

“Charlie Puth kan dia songwriter juga ya jadi bagus juga sih dia buat referensi. Soalnya di YouTube suka banyak video dia kayak breakdown lagu-lagunya, gimana cara dia bikin lagunya. Jadi enggak sekadar dia jadi penyanyi dan stage act doang. Tapi dia juga tahu gimana caranya song writing, produce. Menurut gue itu bagus banget sih,” kata Rinrin selaku vokalis Svmmerdose.

\
Svmmerdose (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Dalam konser tunggal kali ini Charlie Puth membawakan 17-21 lagu dengan durasi 90 menit.
Konser Charlie Puth Voicenotes Live in Indonesia digelar Jumat, 16 November 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang. Tiket resmi disediakan melalui laman tiket.com dan bookmyshow.
 

(ELG)

Rossa Rilis Lagu yang Dibuat Bersama Produser Selena Gomez

Jakarta: Penyanyi solo Rossa kembali merilis singel dari album terbarunya, New Chapter. Singel berjudul Firefly ini spesial, Rossa menggarapnya dengan produser kenamaan dunia, Mitch Allan.

Mitch Allan bukan produser sembarangan. Dia sebelumnya terlibat dalam produksi musik bintang pop dunia, antara lain Demi Lovato, Kelly Clarkson dan Selena Gomez.

“Secara garis besar sih Firefly ini mencertitakan tentang seorang kekasih yang mengekang pasangannya untuk bersinar lebih dari dirinya. Dirinya ini selalu menyanjung pasangannya, memberikan dia kepercayaan diri yang berlebih, tapi ketika pasangannya akan melangkah lebih jauh dia selalu melarang dan mengekangnya. Karena dia ingin kekasihnya itu bersinar hanya untuk dirinya sendiri,” ungkap Rossa, seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Senin, 15 Oktober 2018.

Inspirasi lagu ini datang dari kehidupan nyata, tepatnya dari curahan hati rekan Mitch Allan. Sang pasangan yang posesif bahkan membungkam kreativitas pasangannya karena tidak ingin dia lebih bersinar. Rossa memaknai lagu ini secara luas, dia ingin menyampaikan pada pendengar tentang makna self-love.  Tentang bagaimana mencintai dan menghargai diri sendiri, sebelum menerima berbagai masukan dari luar, termasuk pasangan hidup.

“Mencintai diri sendiri bukan berarti kita menghiraukan komentar orang lain. Kadang kita perlu juga masukan dan kritik dari orang lain untuk perbaikan diri. Tapi, sebagai manusia kita juga harus ingat kalau yang menjalani hidup ini adalah diri kita sendiri. Jagan sampai karena ingin menyenangkan orang terlalu mendengarkan komentar orang lain, kita malah membuat diri kita sendiri jadi tidak bahagia. Hanya karena ingin membuat diri kita sempurna di mata orang lain kita mengekang diri kita dengan pencitraan diri yang membuat diri kita tersiksa. Contohnya, kita jadi merubah cara kita tertawa atau bicara hanya untuk terlihat sempurna di mata orang lain, itu melelahkan sekali loh,” ungkap Rossa.

Video musik Firefly disutradarai oleh Katinka Pulungan. Rossa juga melibatkan perancang busana Monica Ivena untuk membuat gaun yang dipakai Rossa dalam video musik.


 

(ASA)

Lagu Baru Personel Daft Punk Beredar di Media Sosial

Paris: Thomas Bangalter, satu dari entitas duo musik elektronik Daft Punk, punya satu lagu tekno baru yang belum pernah dirilis. Setelah lama tersimpan, lagu ini dikenalkan lewat media sosial oleh Busy P, mantan manajer Daft Punk yang kini mengelola label rekaman Ed Banger.

Menurut laporan Spin, karya terbaru Thomas berjudul Riga (Take 5) dan aslinya dibuat sebagai soundtrack untuk film Latvia berjudul Riga (Take 1) rilisan 2017. Lewat film itu, Riga (Take 5) menjadi nomine skor musik terbaik dalam Latvian Film Prize.

Hingga sekarang, lagu tersebut tidak dirilis sebagai karya terpisah secara digital.

Namun lewat postingan Instagram, pihak Ed Banger (@edbanger) membagikan cuplikan musik itu yang diputar dari piringan hitam 12″. Tertulis bahwa piringan hitam ini dicetak terbatas di Latvia dan tidak menjadi rilisan Ed Banger.

Setelah Daft Punk merilis album Random Access Memories pada 2013, belum ada materi baru yang benar-benar keluar dari duo musisi ini selama lima tahun terakhir.

Namun tentu saja mereka tidak absen begitu saja dari musik. Duo asal Prancis ini menjadi musisi tamu untuk grup The Weeknd dalam lagu I Feel It Coming dan Starboy rilisan 2016. Thomas juga ikut membuat musik untuk sejumlah lagu baru Arcade Fire dalam album Everything Now.
 

(DEV)

Sajama Cut Rilis EP Chinese Magicians dalam Bentuk Kaset

Jakarta: Grup musik rock independen asal Jakarta, Sajama Cut kembali merilis karya EP mereka berjudul Chinese Magicians. Kali ini, Sajama Cut merilis karya dalam bentuk kaset dalam rangka merayakan Cassette Store Day 2018.

Album ini mulanya hanya dirilis secara digital pada Record Store Day 2011.

Chinese Magicians sebenarnya adalah EP yang dirilis pada 2011 oleh sebuah label rekaman di Inggris, Lazy Acre Records untul fans kami di sana. Mayoritas lagu aslinya adalah beberapa lagu dari album Manimal,” kata Marcel Thee, vokalis Sajama Cut dalam keterangan tertulisnya.

Di era itu, Sajama Cut aktif menciptakan karya lagu meski tidak semuanya dirilis dan hanya beberapa yang diperdengarkan untuk publik.

“Namun, kala itu Sajama Cut sebenarnya cukup aktif memproduksi lagu-lagu yang dirilis secara terbatas. Maksudnya, hanya dalam format fisik yang terbatas. Lagu bonus di sini Evil Twin merupakan sebuah lagu yang waktu itu sedang sering dibawakan live. Menurut gue, itu cukup seru karena ada percampuran antara melodi-melodi ala Manimal dan harmonisasi yang mulai kami suka waktu itu,” tambahnya.

Sajama Cut masih digawangi oleh Marcel Thee (vokal), Dion Panlima Reza (gitar), Banu Satrio (drum) serta Hans Patria (keyboard). Band ini telah merilis 3 album dan memiliki alasan khusus merilis ulang Chinese Magicians.

“Secara lirik, Evil Twin menarik karena merujuk pada fanatisme dalam berbagai konteks. Jadi, yang rasanya relevan pada 2011 itu, sedihnya semakin relevcan pada 2018 ini,” kata Marcel.

Kaset Chinese Magicians akan dirilis perdana dalam gelaran Cassette Store Day Indonesia pada 13 Oktober 2018. Kaset ini dirilis oleh Lange Srawa Records seharga Rp60 ribu.

Selain Chinese Magician, Langen Srawa Records juga merilis beberapa album di antaranya Semburat Silang Warna (The Upstairs), EP Jingga dan Batas Kota (Candrabhakti), Love (Dear Nancy), Evergreen (Ballads of the Cliché), Dramaturgi Underground (Morfem), Neurobic (Hightime Rebellion), Tropical Industries (The Cat Police), EP Love Trilogy (Rumahsakit), Alkisah (Theory of Discoustic), dan Paintings (Ballads of the Cliché).

(ELG)

Kembali ke Jakarta, Alan Walker Sebut Indonesia Penting dalam Kariernya

Alan Walker. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura

Jakarta: DJ Alan Walker untuk kesekian kalinya kembali ke Indonesia. Pada kesempatan ini, dia ingin menghibur sebagian penggemarnya yang diketahui beberapa dari followers Instagram.

“(Indonesia) negara yang paling suportif untuk karya musikku. Sekitar 20 persen (di Instagram) penggemarku dari Indonesia. Aku rasa penting untuk kembali ke Indonesia,” kata musisi berusia 21 tahun itu di Grand Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta, Jumat 12 Oktober 2018.

Alan Walker diketahui terakhir kali menyapa Indonesia lewat panggung Invasion 2017 di Jakarta. 

Dia kemudian bercerita tentang musik yang menginspirasinya adalah pengalaman pribadi.
“Apapun yang terjadi dengan hidup saya. Biasanya semuanya dibangun dari emosi dan semuanya terjadi alami. Tergantung dari mood. Misalnya lagu sedih datang dari perasaan sedih, begitu juga dengan lagu yang menyenangkan pasti dari perasaan yang senang. Karena ini sangat organik,” ungkapnya.

Alan Warker sudah beberapa kali menggelar aksi panggung di Indonesia. Dia merasa terkesan ketika banyak penggemar menggunakan merchandise dengan logonya.

“Melihat banyak fans yang menggunakan merchandise logo saya itu sangat luar biasa. Begitu juga komen di Instagram dan di media sosial lain. Terima kasih dari dalam lubuk hati yang paling dalam untuk dukungan dan cinta kalian. Saya akan mau untuk kembali lagi, lagi dan lagi. I love Indonesia,” pungkasnya.

(ASA)

Gitaris dan Penyair Indonesia Gelar Aksi Solidaritas untuk Palu dan Donggala

Jakarta: Sebanyak 65 gitaris dan penyair Indonesia ikut menunjukkan aksi solidaritas mereka melalui panggung Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Solidaritas pada Kamis, 11 Oktober 2018 di Bentara Budaya Jakarta. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.

Beberapa gitaris dipecah dalam beberapa kelompok. Acara dibuka dengan penampilan Six String yaitu Baim, Eross Candra, Tohpati, Dewa Budjana, Aria Baron ft. Balawan membawakan instrumen gitar I Got Ur Back.

Setelah aksi penampil pertama, dalam 10 menit pertama, pemandu acara Stenny Agustav dan Olga Lydia mengumumkan dana terkumpul sejumlah Rp56 juta. Gitaris lintas generasi ini turut menghadirkan musisi Ebiet G. Ade.

“Bahagia sekali diizinkan kawan-kawan di sini. Tentu bukan karena saya pemain gitar seperti Dewa Budjana dan Ian Antono, tapi kebetulan saya punya lagu dan nyanyinya dengan gitar. Saya berjanji mau main gitar supaya diajak kelompok ini karena mereka sangat peduli dengan bangsa ini,” kata pelantun Berita Kepada Kawan itu pada malam Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Solidaritas di Bentara Budaya, Kamis, 11 Oktober 2018.

Selain Six String, sejumlah kelompok musik yang turut memeriahkan acara antara lain Session Guitarist (Yank Jay, Ade Avery, Noldy, Mecko Kaunang, Budi Drive) yang membawakan lagu Heal the World.

Millenial Formasi (Ade Govinda, Iga Massardi, Reney K., Irfan Samson, Rama Nidji, Rama D’Masiv, feat Andy/rif) dengan lagu Black Hole Sun. Kelompok musik Rock-3 (Iman J-Rock, Soni J-Rock, John Paul Ivan, Edwin Cokelat, Dyat, Yai Item) membawakan lagu Don’t Let Me Down.

ZAD (Zendy, Andra, Deni feat Taraz & Stephan Santoso) membawakan lagu 14th Dream. Lalu Blues Formasi (Gugun Blues Shelter, Kongko, Iyan, Boris, Jarwo, Gideon T) dengan lagu Lets Love Rule. Rock-1 (Jikun, DD Crow, Bengbeng, Edo W, Ridho Slank feat Once) membawakan lagu Mystified.

Ebiet G  Ade membawakan singel andalannya Berita kepada Kawan. Ada penampil dari Akustik Formasi (Endah & Resa, Jubing, Nissan, Narthania), lalu Jazz Formasi (Gerald, Donny Suhendra, Agam Hamzah, Oele Patiselano) dengan lagu Lafiesta serta Jopie Item and Friends.

Rock-2 (Toto Tewel, Utox, Irfan Borneo, Pay BIP, Eet Sjahranie feat. Oppie Andaresta, Coki NTRL) dengan lagu Rock n’ Roll. Serta Ian Antono feat. Armand Maulana dengan lagu Panggung Sandiwara.

Beberapa penyair turut memeriahkan acara di antaranya Inaya Wahid, Joko Pinurbo, Maryam Supraba, Sapardi Djoko Damono dan Saraa Dewi.

Dana peduli korban Palu, Donggala dan kawasan Sulawesi Tengaj dapat disumbangkan melalui Dana Kemanusiaan Kompas Bank BCA 0123021433.

Selain melalui transfer rekening, ada juga lelang tempe panganan lokal, gitar, karikatur, serta melalui kotak donasi di lokasi acara.

(ELG)